JUITA AYU NILAMSARI,S.Pd.

SD Negeri Glonggong Kecamatan Jakenan Kabupaten Pati

 

Desain Pembelajaran Realistik pada Materi Pengolahan Data

Pembelajaran merupakan proses interaksi antara peserta didik dan pendidik dengan bahan ajar, metode penyampaian, strategi pembelajaran, dan sumber belajar dalam suatu lingkungan belajar (Pane dan Dasopang, 2017:334). Terjadinya interaksi antara pendidik dan peserta didik dalam proses pembelajaran diharapkan dapat membantu tercapainya tujuan yang telah dirumuskan. Untuk itu, guru sebagai pendidik harus melakukan proses pembelajaran yang aktif, kreatif, dan menyenangkan untuk menumbuhkan minat belajar siswa. Salah satu penunjangnya yaitu dengan mengolah sumber belajar yang berbasis pada kehidupan di sekeliling siswa.

Sumber belajar adalah segala sumber daya yang meliputi materi pembelajaran, manusia, alat, teknik, dan lingkungan yang dapat digunakan untuk mendukung pencapaian tujuan pembelajaran (Musfiqon, 2012:130). Sedangkan menurut Ikhsan dkk (2017:3) sumber belajar merupakan kebutuhan penting yang bisa dijadikan sumber infomasi dalam belajar. Sumber belajar memiliki peranan yang sangat penting dalam menunjang proses pembelajaran di setiap mata pelajaran, tak terkecuali Matematika.

Matematika merupakan mata pelajaran yang selalu ada di setiap jenjang pendidikan dari tingkat SD hingga perguruan tinggi. Matematika merupakan salah satu ilmu pengetahuan dasar memberikan manfaat langsung bagi kehidupan sehari-hari. Salah satu menfaat mempelajari matematika adalah untuk membantu manusia dalam memahami dan mengatasi permasalahan sosial, ekonomi, dan alam. Memberikan bekal matematika sejak dini dapat meningkatkan kemampuan berpikir secara logis, matematis, kritis dan kreatif yang berguna bagi diri sendiri maupun lingkungan.

Memperhatikan masalah umum matematika berupa kurangnya minat dan semangat siswa dalam belajar, penulis yang merupakan guru kelas V SDN Glonggong Kecamatan Jakenan Kabupaten Pati ingin mendesain pembelajaran yang berbasis kontekstual menggunakan pendekatan matematika realistik pada materi pengolahan data. Selama ini siswa hanya terfokus pada apa yang diberikan guru dan penggunaan buku sebagai sumber belajar yang relatif sulit untuk dipahami serta kurang menarik. Hal demikian menyebabkan siswa kurang bersemangat dalam belajar matematika dan membuat proses pembelajaran kurang efektif sehingga hasil belajar pun rendah.

Oleh karena itu, pengelolaan kegiatan pembelajaran matematika secara kontekstual atau realistik menjadi pilihan yang tepat karena pada umumnya siswa akan lebih tertarik pada kasus-kasus yang ada di sekelilingnya. Freudenthal (dalam Zulkardi dan Putri, 2010) memberikan dua pandangan penting terkait matematika yaitu (1) mathematics must be connected to reality; and (2) mathematics as humanactivity”.

Pembelajaran Realistic Mathemtic Education (RME) merupakan salah satu pembelajaran yang menghubungkan aktivitas manusia dengan matematika melalui pemberian pengalaman belajar berdasarkan  pada permasalahan real (nyata) maupun situasi yang dapat dibayangkan oleh siswa (Pratiwi, 2019). Konteks awalnya berfungsi untuk meningkatkan motivasi dan ketertarikan siswa dalam belajar matematika (Kaiser dalam de Lange, 1987).

Dalam praktiknya, guru akan memberikan suatu permasalahan kontekstual kepada siswa seperti dengan mengumpulkan data tentang hobi teman sekelas, makanan kesukaan, tinggi badan atau lainnya. Kemudian guru memberikan penjelasan terkait situasi dan kondisi yang belum dipahami siswa. Selanjutnya siswa diberikan kesempatan untuk menyelesaikan permasalahan dengan cara mereka sendiri dengan pemberikan motivasi dan bimbingan dari guru. Setelah selesai, siswa membandingkan dan mendiskusikan jawaban secara berkelompok lalu kesimpulan bersama.

Jadi hasil akhirnya hasil akhirnya akan tercipta pembelajaran yang bermakna karena guru mengaitkan materi dengan kondisi real di lingkungan sehingga tercapai tujuan yang akan membuat pembelajaran menjadi lebih aktif dan efisien.

Tinggalkan Balasan

Exit mobile version