Wibowo Untung Sukawati – Suwardi mendapatkan nomor 1, Sigit Pamungkas-Suroto nomor 2 (Tangkapan layar kanal YouTube KPU)

SRAGEN – Kilasfakta.com – Penetapan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sragen memunculkan 2 kandidat paslon, Wibowo Untung Sukawati – Suwardi nomor 1 dan Sigit Pamungkas – Suroto nomor 2.

Banyak yang beranggapan Pilkada serentak 2024 di Sragen saat ini masih sama dengan pilkada sebelumnya. Aroma politik dinasti keluarga Ndayu masih terasa sangat kental di ajang kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sragen kali ini.

Semula diketahui, keluarga besar Ndayu mulai memimpin Kabupaten Sragen semenjak Untung Wiyono menjadi Bupati Sragen peride 2001-2011 menggantikan Bupati sebelumnya Kol. (Purn) H.R. Bawono yang merupakan Bupati Sragen yang ke-14.

Setelah itu diteruskan oleh Bupati Agus Fatchurrahman diperiode 2011-2016. Kemudian di 2016 Kabupaten Sragen kembali lagi dipimpin putrinya Untung Wiyono yakni Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati hingga tahun 2024 ini.
Tercatat selama 4 periode atau kurang lebih 20 tahun Untung Wiyono dan putrinya Kusdinar Untung Yuni Sukowati telah berhasil memimpin Kabupaten Sragen.

Sementara di Pilkada Sragen tahun 2024 ini Mantan Bupati Untung Wiyono kembali lagi merestui anaknya yakni Wibowo Untung Sukawati menjadi calon Bupati Sragen.

Sementara, dinamika politik di Sragen 2024 semakin seru. Dimana terdapat perbedaan berpolitik kedua anak mantan Bupati Sragen Untung Wiyono lainnya yakni Untung Wina Sukowati dan Untung Guruh Sukawati.

Untung Wina Sukowati menjadi Special one bagi paslon nomor 2 Sigit Pamungkas – Suroto ( Tangkapan layar kanal YouTube KPU Sragen)

Perbedaan itu nampak saat keduanya hadir untuk memberikan semangat pada masing-masing paslon saat pengundian nomor urut yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU)di Gedung Kartini, Senin (23/9/24) lalu.

Trah Keluarga Besar Ndayu Dikabarkan Terbelah

Berdasarkan pantauan dari saluran channel You Tube KPU Sragen, Sabtu (28/9/2024). Untung Wina Sukawati secara mengejutkan mendukung pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati nomor 2 Sigit Pamungkas-Suroto.

Dukungan Wina kepada paslon Sigit Pamungkas rupanya menjadi sorotan publik Sragen, seakan-akan trah keluarga Ndayu terbelah dukungannya pada 2 Paslon.

Saat itu, Wina disebut oleh Sigit Pamungkas sebagai ‘special one’ di depan para tamu kehormatan, serta pendukung paslon yang hadir menyaksikan pengundian nomor urut paslon Bupati tersebut

Menanggapi hal itu, Pujono Elli Bayu Effendi selaku ketua tim pemenangan nomor 2 Sigit-Suroto mengatakan, dirinya menyakini dukungan dari Wina kepada paslon Sigit-Suroto akan memberikan pengaruh terhadap jumlah simpatisan yang akan memilih paslon nomor 2 di hari H nanti.
Saya rasa dukungan mbak Wina akan ada pengaruhya di pilihan nanti, karena beliau adik calon bupati dan adik bupati aktif saat ini, yaitu mbak Yuni,” katanya.

Selain itu, kehadiran dan dukungan Wina dapat menjadi tambahan kekuatan dalam memenangkan Sigit-Suroto menuju kursi Bupati dan wakil Bupati Sragen periode 2024-2029.

“Dengan adanya tambahan kekuatan dari mbak Wina, perubahan Sragen di lima tahun mendatang akan terwujud,” harap bayu saat dikonfirmasi melaui pesan Whatshaap.

Sementara itu adik kandung Wina sukowati yakni Untung Guruh Sukawati lebih memilih untuk mendukung penuh Paslon nomor 1 Untung Wibowo Sukawati-Suwardi. yang tak lain juga kakaknya sendiri

Mengulang pengakuan kepada media, Guruh membenarkan bahwa dirinya mendukung paslon Bowo-Wardi dan akan berkomitmen memberikam full suport kepada keluarga besarnya. Ia mengakui jika dukungannya kepada Bowo-Wardi bukan rahasia lagi.

Saya full support untuk mas Bowo. Jika diizinkan menang bukan kemenangan keluarga tapi kemenangan rakyat Sragen. Semoga menjadi pemimpin yang amanah dan bisa membawa Sragen lebih maju lagi,” Ujar Guruh.

Guruh juga menyampaikan tidak masalah jika kakaknya Wina memilih jalan yang berbeda dengan keluarga. Menurutnya, soal politik sudah menjadi konsumsi keluarganya setiap hari. Bahkan saat Wina memilih mendukung Sigit pihaknya tidak mempersoalkan.

Jadi setiap warga negara punya hak masing-masing, walau keluarga boleh juga memihak pasangan lain. Jadi tidak masalah,” tuturnya.

Di sisi lain, sebagian masyarakat menilai perbedaan sikap berpolitik yang ditunjukan oleh kedua anak mantan Bupati Sragen Untung Wiyono tidak berpengaruh terhadap mindset pemikiran masyarakat terhadap para kandidat calon Bupati dan Wakil Bupati yang berkontestasi di Pilkada Sragen mendatang.

Seperti yang diungkapkan Adit, salah satu warga desa yang terletak di pinggiran Kabupaten Sragen yang berbatasan dengan Kabupaten Grobogan. Ia menilai masyarakat pinggiran Sragen belum begitu mengenal para calon Bupati saat ini. Menurutnya, banyak masyarakat yang tidak pernah berinteraksi langsung dengan kedua calon tersebut.

“Saat ini, banyak masyarakat yang belum begitu mengenal calon Bupati Sigit maupun Bowo,” ungkapnya kepada media Sabtu (28/9/2024).

Hal senada diutarakan Amin warga desa pinggiran lainnya, ia menyebutkan kandidat kedua calon Bupati Sragen sama-sama belum dekat dengan masyarakat, dirinya berharap dimasa kampanye kali ini masyarakat dapat lebih mengenal kedua calon lebih dekat.

“Semoga para calon Bupati Sragen dapat lebih dekat lagi mengenal rakyatnya, sehingga masyarakat tidak ragu untuk menentukan pilihan, siapa yang akan meneruskan Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati dalam membangun Sragen lebih baik lagi,” harap dari masyarakat pinggiran tersebut.(Hendro).

Tinggalkan Balasan

Exit mobile version