KLATEN – Kilasfakta com,  Program-pompanisasi ini merupakan salah satu upaya untuk menjadikan Indonesia sebagai negara Swasembada pangan, sehingga di masa depan tidak perlu lagi melakukan impor beras dari negara lain untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat dalam negeri.

Seperti halnya yang terjadi di desa Randusari, Kec. Prambanan.
Dengan pompanisasi ini lahan persawahan didesa tersebut yang semula tadah hujan kini bisa menikmati panen padi minimal 2 kali setahun.

Hak itu disampaikan oleh Kepala Desa Randusari, Sutarjo yang mendampingi Dandim Klaten, saat meninjau program pompanisasi didesa Randusari, dengan fasilitas pompa ini perluasan area tanam yang dilakukan dapat mempercepat peningkatan produksi beras nasional, program pompanisasi ini diharapkan dapat membantu para petani di Desa Randusari untuk lebih optimal dalam mengelola lahan pertanian mereka. Dengan adanya dukungan penuh dari Pemerintah daerah, program ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan nasional.

Lebih lanjut Sutarjo menambahkan, pompanisasi ini merupakan salah satu langkah strategis untuk memastikan ketersediaan air bagi lahan pertanian, khususnya di musim kemarau. Dengan adanya pompa ini, petani tidak perlu khawatir lagi dengan kekurangan air. Desa Randusari dapat menjadi salah satu desa yang berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia sebagai negara swasembada pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani lokal.” Pungkasnya.
(Purwanto).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *