KARANGANYAR – Kilasfakta.com, Sempat menjadi heboh, kabar air di kawasan kebun teh Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, yang semula jernih mendadak berubah kotor kecoklatan. Cukup disayangkan, tanpa ada klarifikasi yang jeli pada akhirnya menimbulkan beberapa asumsi berbagai pihak.

Kawasan yang dikembangkan itu memang cukup representatif, dan masuk dalam kawasan yang dikelola PT Rumpun Sari Kemuning (RSK) diatas lahan milik kodam IV Diponegoro.

Tak cukup disitu saja, beberapa warga juga mendatangi kantor kepala Desa (Kades) Kemuning lantaran ingin mempertanyakan pengembangan kawasan agrowisata yang diduga pengembang melakukan disabotase.

Keluhan dua sisi pada intinya terkait kawasan kebun teh Kemuning air berwarna keruh diduga setelah adanya eksplorasi, kemudian menganggap kondisi itu mengakibatkan perekonomian jadi terancam.

“Sebelumnya tidak pernah seperti ini. Di sini kan kawasan pegunungan. Air pasti jernih. Namun semua itu berubah. Air menjadi berwarna keruh, kecokelatan, dan bercampur lumpur. Tidak bisa dikonsumsi,” ungkap salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Dalam persoalan ini tuntutan warga berharap agar Pemdes Kemuning bisa menjembatani persoalan tersebut. Pihaknya juga berharap pengembang yang baru tidak melakukan aktivitas proyek yang sebelumnya telah dikelola oleh warga.

“Jika ingin mengembangkan, kami berharap tolong untuk bisa mencari kawasan lain. Meski sama-sama bekerja sama dengan PT RSK, tapi kami berharap untuk bisa mencari lokasi yang lain,” paparnya.

Terpisah, Penjabat Kepala Desa Kemuning Agus Harjono membenarkan adanya aksi warga yang datang ke kantor desa. Dia menyampaikan kedatangan warga ke kantor kepala desa hanya mempertanyakan seputar kebun teh Kemuning.

“Benar, hanya ada permasalahan tentang kebun teh,” jelasnya.

Sementara itu, koordinator proyek pengembangan relokasi diwisata Margo Lawu, Edi S mengatakan apresiasinya kepada para warga yang telah mengingatkan dan menjaga serta melestarikan daerah kebun teh kemuning.

Pihaknya juga mengajak seluruh masyarakat disekitarnya untuk terus menjaga kawasan ini agar berseri disepanjang jalan masuk kawasan menuju kemuning. Dirinya juga siap menfasilitasi dengan melobi perusahaan demi pengembangan kawasan wisata apabila adanya keluhan kritikan juga masukan

“Nantinya kita akan melobi perusahaan apabila ada keluhan pengembangan kawasan wisata ini, apalagi pengembangan kawasan wisata sekarang ini sudah menggunakan digital tourism, dimana wisatawan selalu mengambil spot foto untuk dipromosikan melalui media sosial atau dengan relasinya,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut dia juga menjelaskan bahwasanya soal air keruh hanya sebentar dimana adanya perbaikan alat juga membersihkan peralatan untuk induk saluran air yang digunakan. Dia mengklaim tak ada yang nantinya bertujuan merugikan warga dalam segenap aspek relokasi.

“Kami berterima kasih apabila diingatkan, kami harap juga untuk tidak tergesa-gesa dulu apabila adanya sesuatu yang terkendala. Cuaca juga masih ekstrem kami mohon warga memaklumi. Mohon segala sesuatunya konfirmasi dulu apabila adanya kendala.” tambahnya.

Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah dari Sektor Pariwisata

Salah seorang satuan dari kodam IV Diponegoro, Rudi R pun angkat bicara, bahwa untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah dari Sektor Pariwisata, tak terlepas kerjasamanya dengan Pemerintah Daerah yang nantinya dalam perencanaan yang matang untuk pengembangannya, termasuk salah satunya juga mencari Investor yang bergerak dibidang pariwisata untuk masuk ke daerah ini.

Menurutnya, di kebuh teh kemuning memiliki banyak Potensi Sumber Daya Alam yang jika dikelola dengan baik dan bersungguh-sungguh akan sangat berdampak terhadap Pendapatan Asli Daerah, tidak terkecuali untuk Sektor Pariwisata namun demikian untuk bisa mengembangkan Sektor Pariwisata di Daerah ini membutuhkan inovasi dan keseriusan oleh berbagai pihak terkait,.

“Saya kira hal yang perlu kita lakukan juga termasuk menarik Minat Investor untuk mau berinvestasi di daerah ini, karena jika hanya mengandalkan perusahaan saja, hal tersebut akan sulit diwujudkan berkembang pesat,”, ujar dia.

Tambah Rudi, lokasi Margo Lawu Kemuning punya peluang besar untuk dilirik oleh wisatawan, namun demikian pihaknya tidak menampik masih banyak permasalahan yang perlu dicarikan solusi secara bersama-sama untuk meningkatkan pembangunan Sektor Pariwisata di daerah ini, sehingga tujuan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah dari Bidang Pariwisata dapat terwujud.

“Kami berharap dukungan juga solusi bersama semua pihak tanpa terkecuali, demi kebaikan bermasalah. Apabila ada kendala semua bisa kita selesaikan secara duduk bersama, juga secara baik-baik. Tak ada masalah tanpa solusi, kita juga tidak alergi kritikan kok. Besar harapan pengembangan ini nanti bisa terwujud dan bermanfaat bagi semua, amin.” Imbuhnya. (Tim/Hendro)

Tinggalkan Balasan

Exit mobile version