SRAGEN – Kilasfakta.com – Mbah Mariyem (95) salah satu warga di daerah Kampung Ngangin, Kelurahan Sragen Tengah, Kecamatan Sragen, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah ini meninggalkan rumah sejak sore hari. Awalnya, Sudarni anak dari Mbah Mariyem mengunjungi rumah ibunya sore hari seperti biasanya pukul 18.30 WIB, Sabtu kemarin Ibu Sudarni curiga karena lampu rumah Ibunya masih padam, mendapati hal tersebut Ibu Sudarni langsung menyalakan lampu rumah dan mencari keberadaan Ibunya, Sabtu (25/06/2022).

Setelah dicari di dalam rumah, ibunya tidak berada di tempat biasanya (kamar tidur). Sudarni menanyakan ke tetangga sekitar tetapi tidak tahu. Kemudian Sudarni bersama warga mencari Mbah Mariyem.

Sabtu (25/6/2022) salah satu warga melaporkan kejadian ini kepada petugas Piket BPBD di Markas Komando BPBD Kabupaten Sragen. Menindaklanjuti hal ini Kalaksa BPBD Sragen Agus Cahyono, S.STP menerjunkan personil untuk melakukan assessment awal. Hasil assessment di dapat asumsi bahwa Mbah Mariyem jatuh di Daerah Aliran Sungai Bengawan Solo tepatnya Sungai Mungkung.

Minggu (26/6/2022) Satgas BPBD bersama Tim Gabungan Relawan dan SAR Se-Solo Raya dan Ngawi, Jawa Timur menindaklanjuti hasil assessment pada hari Sabtu (25/6/2022). Selanjutnya seluruh unsur Gabungan membuka Apel Opsar yang di komando oleh Basarnas Pos Surakarta dan Mbah Mariyem dinyatakan sebagai survivor.

Tindakan pencarian survivor di hari Minggu, Tim gabungan melakukan penyisiran dan penyelaman tetapi hasil masih nihil. Sekitar pukul 15.47 WIB kru terakhir dengan hasil yang sama Opsar dinyatakan off.

Dilanjut pada hari kedua pencarian survivor di hari Senin (27/6/2022) tim gabungan melakukan gerak dari datum sampai jembatan kemudian dilanjutkan pencarian dengan menerjunkan 2 LCR milik BPBD dan Relawan MDMC.

Atas perjuangan dari rekan-rekan tim gabungan, pada sekitar pukul 10.35 WIB survivor dinyatakan ketemu dengan jarak 3 km dari lokasi yang diperkirakan korban jatuh tepat di Desa Pandak, Kecamatan Sidoharjo dengan kondisi Meninggal dunia, selanjutnya korban dibawa ke rumah duka.

Kemudian Tim Gabungan kembali melakukan apel penutupan Opsar, Tim Gabungan dibubarkan dan dikembalikan ke kesatuan unsur masing-masing.

Hendro

Terima kasih atas tanggapannya

%d blogger menyukai ini: