Bupati Pati bersama wakil bupati saat diwawancarai wartawan

PATI – Kilasfakta.com, Masuk pada zona merah kedua, Pemkab Pati bakal pertegas penerapan protokol kesehatan. Salah satunya menyasar ke pasar-pasar yang ada di Pati. Hal itu disampaikan Bupati Pati Haryanto dalam rapat koordinasi evaluasi penanganan Covid – 19 bersama Wakil Bupati Pati Saiful Arifin dan Sekda Pati Suharyono. Rakor juga dihadiri oleh para Kepala OPD dan camat di Pendopo Kabupaten Pati, Senin (23/11/2020).

“Kita harus menangani Covid – 19 secara fokus. Fokusnya yaitu pada kecamatan maupun desa yang terdampak. Tidak bisa apabila mengatasinya hanya secara global, akan sulit memutus mata rantai,” ujarnya.

Menurut bupati, dalam kondisi yang ada saat ini, selaku ketua tim Gugus Tugas Penanganan Covid – 19 dirinya menyetujui terkait pengetatan di pasar-pasar, yaitu, untuk 20 pasar daerah dan 14 pasar desa. “Jadi nanti yang tidak pakai masker, baik pedagang maupun pembeli disuruh balik. Bahkan disuruh ikut rapid test sekalian. Apabila hasilnya reaktif, maka langsung ditest swab,” tegas bupati.

Kasmini, seorang warga Desa Panjunan Kecamatan Pati yang sedang berbelanja di Pasar Rogowangsan, saat dimintai keterangan terkait rencana Pemkab tersebut mengaku mendukung. Dia setuju, agar covid-19 segera berakhir. Namun pihaknya meminta, agar penerapan protokol kesehatan secara ketat juga bisa diberlakukan secara menyeluruh, seperti pada perusahaan-perusahaan yang memiliki banyak karyawan.

Kondisi pasar di Pati selalu ramai

“Kami setuju, kami Pemkab harus melakukannya secara menyeluruh, termasuk di perusahaan yang memiliki banyak karyawan, seperti Djarum. Apalagi, klaster Djarum belakangan ini informasinya semakin meningkat yang terpapar covid-19,” ujarnya.

Sementara itu, Purwanti, warga Langenharjo, Kecamatan Margorejo, yang berjualan pakaian di Pasar yang sama, kepada Kilasfakta.com mengaku mendukung dengan rancana tersebut. Dia sebenarnya agar takut dengan kondisi penyebaran covid-19 yang ada di Pati. “Mendengar dari informasi yang berkembang, katanya Pati zona merah lagi. Sebenarnya takut untuk berjualan seperti ini, tapi bagaimana lagi, demi untuk memenuhi kebutuhan hidup,” ujarnya.

Pewarta : Purwoko

Tinggalkan Balasan