Sarjono, S.Pd.

Guru Matematika SMP Negeri 1 Gabus Pati

TUTOR SEBAYA MUDAHKAN BELAJAR MATEMATIKA

Salah satu bidang studi yang penting dalam dunia pendidikan adalah matematika. Oleh karena itu, matematika menjadi mata pelajaran yang diajarkan di semua tingkatan pendidikan. Pembelajaran matematika di sekolah tidak hanya fokus pada materi pelajaran, tetapi juga melibatkan siswa secara aktif dalam aspek fisik, mental, dan sosial. Namun, kenyataannya adalah bahwa dalam proses pembelajaran yang seharusnya aktif, guru yang lebih banyak berperan, sementara siswa hanya menjadi penerima informasi. Hal ini menyebabkan pembelajaran menjadi pasif dan berdampak negatif bagi siswa.

Sikap pasif ini terlihat ketika siswa enggan bertanya, jarang terjadi diskusi antara siswa, dan jarang terjadi tanya jawab. Faktanya, hanya sedikit siswa yang bersedia bertanya kepada teman sekelasnya untuk mengatasi kesulitan belajar, apalagi kepada guru. Selain itu, seringkali pada saat pembelajaran, siswa belum mampu mengaplikasikan matematika dalam konteks kehidupan sehari-hari, seperti merumuskan, menggunakan, dan menafsirkan matematika. Hal ini menjadi faktor penyebab rendahnya hasil belajar matematika, khususnya dalam materi menentukan luas permukaan dan volume bangun ruang sisi datar, di kelas VIII-B SMP Negeri 1 Gabus, semester genap tahun pelajaran 2022/2023.

Seorang guru adalah seorang pendidik profesional yang memiliki tugas utama dalam mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi siswa di jalur pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, dan menengah. Untuk mencapai tujuan ini, partisipasi aktif dari guru sebagai pengelola proses pembelajaran sangatlah penting. Sebagai fasilitator, guru diharapkan dapat menciptakan kondisi pembelajaran yang kondusif. Guru juga diharapkan dapat memberikan motivasi kepada siswa untuk meningkatkan prestasi belajar matematika (Sutarsih, 2009:5).

Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan kreativitas dari seorang guru dalam menggunakan berbagai metode pengajaran yang beragam agar pembelajaran menjadi lebih bermakna. Salah satu metode yang sedang berkembang saat ini adalah metode pembelajaran tutor sebaya. Menurut Wihardit dalam Aria Djalil (1997:3.38), tutor sebaya adalah siswa yang pandai yang membantu siswa lainnya dalam tingkat yang sama.

Dengan menerapkan metode tutor sebaya dalam kelompok kecil di kelas, dapat menjadi salah satu alternatif untuk membantu siswa dalam belajar matematika. Hal ini disebabkan karena setiap kelas memiliki siswa dengan tingkat kecerdasan yang beragam, ada siswa yang pandai, ada siswa sedang, dan ada siswa yang kurang pandai. Siswa yang pandai berperan sebagai tutor sebaya, karena terkadang siswa lebih mudah menerima penjelasan dari teman sebayanya. Dengan bantuan tutor sebaya, diharapkan siswa benar-benar memahami materi dan pada akhirnya dapat meningkatkan prestasi baik tutor maupun siswa yang mendapat bimbingan.

Teknik pembelajaran dengan metode tutor sebaya dilakukan dengan membagi kelas menjadi kelompok-kelompok kecil, di mana sumber belajar bukan hanya guru, tetapi juga teman sebaya yang pandai dan cepat dalam menguasai materi tertentu. Dalam pembelajaran ini, siswa yang menjadi tutor sebaya harus memiliki kemampuan yang lebih tinggi dibandingkan dengan teman-temannya, sehingga ketika memberikan bimbingan, ia sudah menguasai materi yang akan disampaikan.

Metode tutor sebaya  merupakan wadah untuk penemuan dan pengembangan konsep. Dalam proses pembelajaran ini, terjadi interaksi antara siswa satu dengan siswa lainnya dalam memecahkan masalah yang diberikan oleh guru. Hal ini mendorong siswa untuk bersikap peneliti, kreatif, tekun, bekerja sama, kritis, bertanggung jawab, jujur, disiplin, dan orisinal.

 

Tinggalkan Balasan

Exit mobile version