SRAGEN – Kilasfakta.com – Perubahan cuaca ekstrem dengan hujan lebat menjadi tantangan serius bagi masyarakat di beberapa wilayah. Dalam menghadapi kondisi ini, Bupati @mbakyuniselaludihati mengimbau masyarakat untuk mewaspadai bahaya DBD dengan menerapkan pola hidup sehat.

Imbauan tersebut disampaikan oleh Bupati Yuni saat melaksanakan kegiatan Safari Ramadan 1445 H ke 10 di Desa Karang Anom, Sukodono dan Desa Poleng, Gesi, hari ini.

Salah satu pesan penting yang disampaikan Bupati Yuni saat sesi Dzuhur keliling dan Ashar keliling itu mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan untuk mencegah penyakit seperti DBD. Mengingat dalam beberapa hari ini kasus DBD di Indonesia mengalami peningkatan. Termasuk di Kabupaten Sragen.

Berdasarkan data @dinkeskabsragen kasus DBD hingga Senin (25/03) tercatat 129 kasus yang didominasi oleh pasien anak-anak pada usia 5-14 tahun.

Sebagai Kepala Daerah sekaligus berlatarbelakang Dokter, Bupati menekankan pentingnya upaya pencegahan sebelum mengobati. Salahsatunya dengan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) secara rutin dan seumur hidup.

“Gerakan melakukan PSN dilingkungan kita ini biasa disebut 3M plus yaitu menguras tempat penampungan air, menutup tempat-tempat penampungan air, dan mendaur ulang berbagai barang bekas,” jelas Bupati.

Sementara yang dimaksud poin plus yakni memelihara ikan pemakan jentik nyamuk, menggunakan anti nyamuk, memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi, gotong royong membersihkan lingkungan terutama penampungan air.

Selain manfaat kesehatan, kegiatan pencegahan juga menciptakan rasa kebersamaan dan gotong royong di antara warga.

Ia berpesan apabila merasakan atau menemukan kerabat, saudara ataupun tetangga yang mengalami gejala tersebut segera lakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk segera mendapatkan penanganan sedini mungkin dari petugas kesehatan. ( Diskominfo/Hendro)

Tinggalkan Balasan

Exit mobile version