SALATIGA — Kilasfakta.com, Mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi tumbuh sebagai inovator, wirausaha, maupun penggerak ekonomi di tengah masyarakat. Karenanya, penguatan kapasitas generasi muda juga menjadi bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Hal itu disampaikan Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan, saat kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Salatiga, di Auditorium Student Center Prof H Achmadi UIN Salatiga, Jumat (21/8/2026).
Menurutnya, kecerdasan akademik perlu berjalan beriringan dengan akhlak dan kemampuan membangun jejaring. Untuk itu, Robby mendorong mahasiswa menjadikan masa perkuliahan, sebagai ruang untuk membangun kapasitas sekaligus karakter.
“Yang paling penting bahwa di UIN ini tidak hanya mencetak mahasiswa atau generasi yang cerdas dalam keilmuan, tetapi tentunya mendidik atau mencetak sikap atau karakter yang akhlakul karimah. Gunakanlah kesempatan ini untuk menjadikan adik-adik menjadi manusia yang cerdas, berkarakter, dan memunyai jaringan yang luas,” tutur Robby.
Senada, Wakil Menteri Koperasi Republik Indonesia, Farida Farichah menekankan, mahasiswa memiliki posisi strategis dalam menentukan masa depan pengelolaan sumber daya, termasuk pangan, energi, dan air. Karena itu, ilmu yang diperoleh di bangku kuliah harus mampu diterjemahkan menjadi solusi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ditambahkan, mahasiswa tidak cukup hanya menjadi generasi yang unggul secara akademik. Mereka juga dituntut mampu membaca persoalan di masyarakat, dan mengambil peran dalam membangun ekonomi yang berkelanjutan.
“Jangan dipisahkan antara ilmu yang didapat dari Pak Dosen dengan kehidupan nyata, karena sejatinya kampus-kampus seperti UIN Salatiga ini dihadirkan, agar lulusan-lulusan dari kampus bisa kembali ke masyarakat berdasarkan ilmu yang mereka miliki,” ujarnya.
Kehadiran Wamen Koperasi di Salatiga dilanjutkan dengan kunjungan ke Gedung Dekranasda Kota Salatiga, untuk memperkenalkan berbagai produk unggulan UMKM Salatiga. Produk-produk lokal tidak hanya diperkenalkan sebagai hasil kreativitas pelaku usaha, tetapi juga sebagai potensi ekonomi yang dapat terus dikembangkan melalui penguatan koperasi, jejaring pemasaran, inovasi, dan kolaborasi.
(Hms.Jtg)

