BATANG – Kilasfakta.com, Pusat Nurseri Kelapa Batang rutin menyelenggarakan sertifikasi bibit untuk memastikan benih yang didistribusikan kepada petani memenuhi standar mutu. Sertifikasi dilakukan terhadap varietas, usia, kondisi fisik, hingga kesehatan bibit.
Hal itu disampaikan Penanggung Jawab Produksi Benih Pusat Nurseri Kelapa Batang, Amirin Wahyu, saat ditemui di kantornya, baru-baru ini.
Ia menuturkan, sertifikasi mulai dilakukan terhadap bibit berusia 3–4 bulan. Proses sertifikasi dilakukan setiap bulan terhadap sekitar 5.000–6.000 bibit. Jumlah tersebut disesuaikan dengan benih yang akan diajukan untuk sertifikasi. Beberapa varietas yang menjadi unggulan antara lain Kelapa Dalam Bali, Genjah Kopyor, dan Genjah Entok Kebumen.
“Untuk persebaran kami menyesuaikan permohonan para petani dari Jawa Tengah, Jawa Barat bahkan seluruh Nusantara. Sertifikasi ini penting bagi petani untuk memberikan jaminan mutu benih yang diminta,” tegasnya, saat ditemui di kantornya, beberapa waktu lalu.
Petugas Pengawas Benih Tanaman Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Jawa Tengah, Muhaimin, menjelaskan pemeriksaan meliputi kebenaran varietas dan kondisi fisik bibit.
“Kita ukur jumlah dan tinggi daun hingga 30 sentimeter, takaran serangan hama harus di bawah 5 persen, daun yang sempurna harus berjumlah tiga helai. Proses sertifikasi cukup tiga hari apabila semuanya terpenuhi, lalu dikirim ke Solo,” bebernya.
Selain kondisi fisik, imbuh Muhaimin, sertifikasi dilakukan untuk mengetahui kondisi genetik dan fisiologi bibit. Bibit juga harus bebas dari hama dan penyakit sebelum didistribusikan kepada petani.
“Yang paling penting, sertifikasi memiliki jangka waktu delapan bulan hingga setahun,” tandasnya.
(Hms.Jtg)

