PATI – Kilasfakta.com, Persoalan pasar hasil peternakan menjadi perhatian dalam aksi yang dilakukan Asosiasi Unggas Kabupaten Pati. Para pelaku usaha unggas meminta pemerintah membuka ruang penyerapan produk ternak lokal, khususnya telur dan daging ayam, untuk mendukung kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Aksi penyampaian aspirasi tersebut berlangsung pada Senin (10/8/2026). Para peternak berharap kebijakan pengadaan bahan pangan untuk program MBG dapat memberikan porsi lebih besar bagi hasil produksi peternak daerah.
Menurut mereka, penyerapan telur dan daging ayam dari peternak lokal untuk kebutuhan SPPG dapat memberikan kepastian pasar. Selain itu, langkah tersebut dinilai berpotensi membantu menjaga stabilitas harga produk peternakan di tingkat daerah.
Aspirasi tersebut kemudian mendapat respons dari Ketua DPRD Kabupaten Pati Ali Badrudin. Ia menyatakan akan meneruskan tuntutan para peternak kepada pemerintah pusat agar persoalan yang mereka hadapi mendapatkan perhatian.
Ali mengatakan pihaknya akan berupaya mendorong adanya solusi bersama, terutama menyangkut keberlanjutan usaha peternakan unggas lokal.
“Kami akan menyampaikan aspirasi ini kepada pemerintah pusat. Harapannya ada solusi terbaik, terutama terkait penyerapan telur dan daging ayam hasil peternak lokal untuk kebutuhan SPPG program MBG,” ujar Ali Badrudin.
Menurut Ali, peternak lokal memiliki posisi penting dalam menjaga ketersediaan pangan sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat. Karena itu, kebijakan yang berkaitan dengan keberlangsungan usaha mereka perlu mendapat perhatian.
Aksi tersebut menjadi ruang bagi para pelaku usaha unggas untuk menyampaikan kondisi yang mereka alami secara langsung. Mereka berharap ada kebijakan yang mampu memberikan kepastian pasar bagi hasil produksi peternak Pati.
Dengan diteruskannya aspirasi ke pemerintah pusat, para peternak berharap kebutuhan telur dan daging ayam untuk program MBG dapat turut menyerap produksi lokal sehingga manfaat program tidak hanya dirasakan penerima, tetapi juga mendukung keberlangsungan usaha peternakan daerah. (ADV)

