Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Tatang Muttaqin S.Sos., M.Ed., Ph.D. dalam kegiatan Apresiasi Karya Implementasi Pembelajaran Mendalam (Aksi PM) jenjang SMK yang berlangsung di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Otomotif dan Elektronika (BBPPMPV BOE) Malang, Jawa TimurDirektur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Tatang Muttaqin S.Sos., M.Ed., Ph.D. dalam kegiatan Apresiasi Karya Implementasi Pembelajaran Mendalam (Aksi PM) jenjang SMK yang berlangsung di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Otomotif dan Elektronika (BBPPMPV BOE) Malang, Jawa Timur

MALANG – Kilasfakta.com, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus mendorong transformasi pembelajaran melalui pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning). Pendekatan ini menempatkan pengalaman belajar murid sebagai pusat dengan mengedepankan prinsip Berkesadaran (Mindful), Bermakna (Meaningful), dan Menyenangkan (Joyful).

Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Apresiasi Karya Implementasi Pembelajaran Mendalam (Aksi PM) jenjang SMK yang berlangsung di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Otomotif dan Elektronika (BBPPMPV BOE) Malang, Jawa Timur.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, mengatakan perubahan kualitas pendidikan perlu dimulai dari pendekatan pembelajaran yang diterapkan di ruang kelas. Menurutnya, guru perlu melihat proses belajar bukan hanya dari hasil akhir, tetapi juga dari pengalaman yang dialami murid selama pembelajaran.

“Kita ingin memperbaiki problematika pendidikan kita itu dari hulunya, yaitu dari pendekatan pembelajaran yang kita kembangkan, yang kita sebut dengan Deep Learning atau Pembelajaran Mendalam,” ujar Abdul Mu’ti.

Ia menjelaskan, Pembelajaran Mendalam memiliki filosofi utama berupa memuliakan murid, guru, dan ilmu. Setiap peserta didik harus dipandang sebagai individu yang memiliki potensi, tanpa membedakan kemampuan akademik, latar belakang ekonomi, maupun kondisi lainnya.

“Pembelajaran Mendalam adalah pembelajaran yang ingin kita lakukan dengan prinsip dasar memuliakan. Kata kuncinya adalah memuliakan: memuliakan murid, memuliakan guru, dan memuliakan ilmu,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Tatang Muttaqin, menilai penguatan Pembelajaran Mendalam menjadi bagian penting dalam membangun pendidikan vokasi yang adaptif. Menurutnya, Aksi PM tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi ruang apresiasi bagi guru untuk menemukan strategi pembelajaran baru dan membagikan praktik baik.

“Yang kita nilai bukan sekadar bagusnya poster, tetapi seberapa dalam pembelajaran itu mengubah pengalaman belajar murid,” kata Tatang.

Salah satu karya yang mendapat penghargaan Terbaik 1 berasal dari Krisna Kirana, guru SMK Negeri 2 Jiwan, Madiun. Melalui karya MATABOR (Matematika Terapan Abad 21: Basis Operasi Trigonometri pada Pengeboran Presisi), ia menghubungkan konsep trigonometri dengan praktik pengeboran presisi sehingga siswa dapat memahami manfaat ilmu secara langsung dalam dunia kerja.

Sementara peraih Terbaik 2, Yusra Khairunnisa dari SMK Negeri 1 Singosari, Malang, menghadirkan pembelajaran berbasis teknologi melalui pendekatan hybrid dengan memanfaatkan Augmented Reality (AR). Inovasi tersebut digunakan untuk membuat pembelajaran lebih konkret dan interaktif.

(KEMENDIKDASMEN)