Rochmat, S.Pd.SD

(Guru SDN Sentul 01 Kecamatan Cluwak Kabupaten Pati)

Asyiknya Belajar Matematika Melalui Pendekatan Kontekstual

 

Pelajaran matematika adalah pelajaran yang memiliki banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari. Namun, persepsi bahwa matematika merupakan pelajaran yang sulit masih terjadi hingga saat ini serta berdampak pada  hasil belajar jauh dari yang diharapkan. Sebagai upaya dalam meningkatkan proses pembelajaran di sekolah, guru perlu menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan serta dapat membuat siswa berpartisipasi aktif dalam pembelajaran.

Salah satu tujuan diajarkannya matematika di sekolah dasar yaitu agar siswa mampu memahami konsep matematika serta dapat melakukan aktivitas matematika dalam kehidupan sehari-hari. Matematika merupakan mata pelajaran yang sangat penting diajarkan pada peserta didik. Hal ini karena matematika adalah bagian yang tak terpisahkan dalam kehidupan manusia sehari-hari. Banyak dari aktivitas manusia yang menuntut penggunaan matematika seperti dalam bidang perdagangan, perbankan, industri, eksport, import dan sebagainya. Namun, pada praktik pembelajaran di sekolah masih banyak siswa yang mengalami kesulitan belajar matematika.

Penyebab kesulitan belajar yang dihadapi siswa sangatlah beragam. Faktor yang berasal dari siswa seperti kurangnya pengetahuan prasyarat yang dimiliki, masalah sosial dan lain-lain. Selain itu, guru juga dapat menjadi faktor penyebab kesulitan belajar matematika pada siswa. Misalnya dalam proses pembelajaran guru belum menciptakan partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran, belum menggunakan model pembelajaran yang inovatif, masih banyak menggunakan model pembelajaran yang konvensional serta kurang bermakna.

Upaya untuk meminimalkan kesulitan belajar dapat dilakukan dengan cara menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan sehingga pembelajaran menjadi lebih mudah. Misalnya dengan menggunakan pendekatan konstruktivis. Pendekatan konstruktivis akan memotivasi siswa untuk membangun pengetahuannya sendiri melalui pengalaman secara langsung. Komalasari (2014:6) menyatakan bahwa pendekatan kontekstual merupakan konsep belajar dan mengajar yang membantu siswa dalam mengaitkan materi yang dipelajari dengan pengalaman siswa secara langsung serta mendorong siswa untuk membuat hubungan antara pengetahuan yang dimiliki dengan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, pendekatan kontekstual diharapkan mampu menjadi alternatif solusi bagi kesulitan belajar matematika siswa serta dapat meningkatkan hasil belajarnya.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis, pendekatan kontekstual dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa. Hal ini ditandai dengan adanya peningkatan hasil belajar yang signifikan pada pelajaran matematika di SDN Sentul 01. Dengan pendekatan pembelajaran yang tepat siswa akan semangat dan aktif dalam mengikuti proses pembelajaran sehingga hasil belajar yang dicapai siswa meningkat serta pembelajaran yang dilaksanakan terasa lebih menyenangkan.

Penerapan pembelajaran kontekstual didasarkan pada komponen komponen utama dalam pembelajarannya. Nurhadi (2012: 21) menyatakan ada 7 komponen utama dalam pembelajaran kontekstual yaitu: konstruktivisme, penemuan, bertanya, masyarakat belajar, pemodelan, refleksi dan penilaian yang sebenarnya. Dengan konsep ini hasil pembelajaran diharapkan lebih bermakna bagi siswa. Karena proses pembelajaran berlangsung sesungguhnya dalam bentuk kegiatan siswa melakukan dan mengalami sendiri kegiatan belajar, bukan memindahkan pengetahuan dari guru ke siswa.

Tinggalkan Balasan

Exit mobile version