Peserta Kompetisi Debat Antikorupsi tingkat nasional di Kampus 1 Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma)Peserta Kompetisi Debat Antikorupsi tingkat nasional di Kampus 1 Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma)

MAGELANG – Kialsfakta.com, Debat Antikorupsi Tingkat Nasional menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menguji gagasan sekaligus menawarkan solusi atas persoalan korupsi.
Hal itu mengemuka dalam Kompetisi Debat Antikorupsi tingkat nasional di Kampus 1 Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma), Kamis (6/8/2026). Kompetisi tersebut diikuti peserta dari 14 perguruan tinggi di Indonesia dan digelar dalam rangka memperingati Hari Antikorupsi.

Kompetisi bertema “Manifesto Anti Korupsi: Aktualisasi Integritas Generasi Muda Menuju Indonesia Welfare State” itu mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi untuk menguji gagasan mengenai persoalan korupsi sekaligus menawarkan solusi.
Ketua Pelaksana Debat, Dakum, mengatakan forum tersebut diharapkan menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengasah pemikiran kritis sekaligus menumbuhkan keberanian mengambil sikap antikorupsi.

“Para peserta dapat berkontribusi aktif untuk menjadi bagian dari generasi muda yang pantang untuk melakukan korupsi sekaligus memberikan inovasi dan gagasan di dalam perdebatan,” ujarnya.

Pesan mengenai pentingnya integritas juga disampaikan Wali Kota Magelang Damar Prasetyono saat menghadiri kegiatan tersebut. Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya memiliki kemampuan berdebat atau menyampaikan gagasan, tetapi perlu terus belajar, memahami arah yang ingin dicapai, dan menjaga integritas sebagai bekal menghadapi masa depan.

“Jadi saya berpesan kepada adik-adik mahasiswa, tetap belajar, semangat, tahu tujuanmu. Manusia itu kalau tidak tahu tujuannya, bingung,” kata Damar.

Kompetisi debat tersebut digelar oleh Fakultas Hukum Unimma bersama Inspektorat Kota Magelang. Selain menjadi ajang adu gagasan, kegiatan ini diarahkan untuk mempertemukan sikap antikorupsi dengan kemampuan mahasiswa dalam menyusun gagasan dan solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat.

(Hms.Jtg)