Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) menggelar aksi demonstrasi di depan Mapolresta PatiRatusan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) menggelar aksi demonstrasi di depan Mapolresta Pati

PATI – Kilasfakta.com, Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) menggelar aksi demonstrasi di depan Mapolresta Pati, Rabu (13/05/2026). Dalam aksi tersebut, massa membawa sejumlah tuntutan, termasuk mendesak pencopotan Kapolresta Pati yang dinilai gagal menegakkan hukum di Kabupaten Pati.

Pantauan di lokasi, massa aksi mulai memadati kawasan depan Polresta Pati sejak sekitar pukul 13.30 WIB. Para demonstran datang dengan membawa berbagai spanduk dan poster berisi kritik terhadap aparat penegak hukum di Kabupaten Pati. Salah satu spanduk yang cukup mencolok bertuliskan tuntutan agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Kapolresta Pati terkait dugaan penerimaan uang dari Bupati Pati nonaktif Sudewo.

Aksi berlangsung dengan pengawalan ketat aparat kepolisian. Sejumlah personel tampak berjaga di sekitar lokasi untuk memastikan demonstrasi berjalan tertib dan kondusif.

Koordinator aksi AMPB, Supriyono alias Botok, dalam orasinya menyampaikan apresiasi kepada seluruh massa yang hadir, baik dari wilayah Kabupaten Pati maupun luar daerah. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada aparat kepolisian yang telah melakukan pengamanan selama aksi berlangsung.

“Terima kasih kasih atas kehadiran dari kawan-kawan dari Kabupaten Pati maupun dari luar Kabupaten Pati. Terima kasih sudah mengawal aksi kita, mengawal aspirasi masyarakat Kabupaten Pati,” ujar Supriyono saat berorasi di atas mobil komando.

Menurut Supriyono, demonstrasi tersebut merupakan bentuk penyampaian aspirasi masyarakat yang dijamin dalam demokrasi. Karena itu, pihaknya meminta seluruh peserta aksi tetap menjaga ketertiban dan tidak melakukan tindakan anarkis.

Ia mengingatkan massa agar tidak melakukan perusakan fasilitas umum ataupun memicu bentrokan selama demonstrasi berlangsung. Menurutnya, aksi damai menjadi cara masyarakat menyuarakan keresahan terhadap kondisi penegakan hukum di daerah.

“Saya dan Pak Teguh memberikan ruang masyarakat Pati untuk menyampaikan aspirasi untuk menyampaikan pendapat di muka umum,” katanya.

Dalam aksi tersebut, tuntutan utama yang disuarakan massa adalah pencopotan Kapolresta Pati. Massa menilai pimpinan kepolisian di Kabupaten Pati tidak mampu menjalankan tugas penegakan hukum secara maksimal dan dianggap gagal menghadirkan rasa keadilan bagi masyarakat.

Selain itu, demonstran juga meminta aparat penegak hukum bertindak lebih transparan dan profesional dalam menangani berbagai persoalan hukum yang menjadi perhatian publik di Kabupaten Pati.

“Yang penting tuntutan kita untuk mencopot Kapolres Pati Kombes Jaka. Karena gagal menegak hukum dan keadilan di Kabupaten Pati,” tegas Supriyono di hadapan massa aksi.

Aksi demonstrasi berlangsung cukup ramai namun tetap terkendali hingga sore hari. Massa berharap tuntutan mereka dapat menjadi perhatian pihak berwenang dan ditindaklanjuti sesuai mekanisme hukum yang berlaku. (Adv)

Exit mobile version