PATI – Kilasfakta.com, Tradisi Haul Nyai Ageng Ngerang kembali menjadi perhatian masyarakat di Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati. Menjelang pelaksanaan acara tahunan tersebut, aktivitas para pedagang pasar malam mulai terlihat ramai di kawasan Desa Tambakromo. Beberapa stand bahkan telah berdiri lebih awal dibanding pelaksanaan haul pada tahun sebelumnya.
Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Pati dari Fraksi PDI Perjuangan, Warsiti, menilai kondisi itu menunjukkan adanya harapan besar dari masyarakat terhadap meningkatnya aktivitas ekonomi selama haul berlangsung.
Sebagai wakil rakyat dari Dapil V Tambakromo, Warsiti mengatakan kegiatan budaya dan keagamaan seperti Haul Nyai Ageng Ngerang memiliki pengaruh besar terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat kecil. Menurutnya, momentum haul selalu menjadi kesempatan bagi pedagang dan pelaku UMKM untuk memperoleh tambahan penghasilan.
“Walaupun stand belum sepenuhnya terisi, kami melihat antusias pedagang cukup tinggi tahun ini karena mereka datang lebih awal. Mudah-mudahan masyarakat juga tetap antusias hadir sehingga perputaran ekonomi bisa semakin baik,” kata Warsiti.
Ia menambahkan, keberadaan pasar malam selama haul mampu menghidupkan berbagai sektor usaha masyarakat. Mulai dari kuliner, pakaian, mainan, hingga jasa hiburan rakyat ikut merasakan dampaknya. Hal tersebut dinilai penting di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang membutuhkan dukungan kegiatan berbasis keramaian dan budaya lokal.
Warsiti juga menilai Tradisi Kirab Luwur Nyai Ageng Ngerang memiliki nilai sosial dan religius yang kuat. Selain meningkatkan kebersamaan warga, tradisi itu juga menjadi identitas budaya masyarakat Tambakromo yang perlu dilestarikan.
Menurutnya, kegiatan haul tidak hanya soal peringatan tokoh ulama perempuan penyebar Islam di kawasan Pegunungan Kendeng Selatan, tetapi juga menjadi sarana memperkuat gotong royong masyarakat. Ia berharap pelaksanaan haul tahun ini dapat berjalan lebih meriah dan memberi manfaat luas bagi warga sekitar.
“Semoga kegiatan ini terus berkembang dan menjadi daya tarik budaya sekaligus penggerak ekonomi masyarakat,” pungkasnya. (Red)

