PATI – Kilasfakta.com, Harga gabah kering panen (GKP) saat ini melejit hingga mencapai 7000 rupiah per kilogram. Kenaikan ini cukup tinggi, karena sebelumnya, harga gabah berada dalam kisaran Rp 5000,- per-kilogram. Kenaikan ini disebabkan banyak factor, salah satunya adalah dampak banjir kemarin yang meluluhlantakkan ratusan hektar sawah petani.
Menanggapi hal tersebut, Ir. HM. Nur Sukarno, Anggota Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati mengaku prihatin. “Kenaikan cukup melambung tinggi. Dan kondisi ini pasti menjadikan masyarakat petani semakin resah,” ujar Sukarno.
Menurut Sukarno, dirinya sempat melakukan cek lapangan terkait dengan kenaikan harga tersebut. Sukarno menyebut, pemerintah harus segera melakukan langkah-langkah antisipasi agar kenaikan harga gabah kering panen dapat dikendalikan.
Politisi dari Partai Golongan Karya (Golkar) itu menambahkan, dampak dari kenaikan GKP tersebut akan sangat menambah persoalan tersendiri bagi para petani. “Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Pati harus mengambil langkah-langkah agar kenaikan itu dapat dikendalikan,” sambungnya.
Lebih lanjut, Sukarno berharap, Pemerintah Kabupaten Pati lebih intens terhadap upaya-upaya demi untuk lebih dapat memberdayakan para petani, sebagi wujud kepedulian terhadap petani. “Semoga kenaikan gabah kering panen ini dapat segera dikendalikan, sehingga para petani dapat mengerjakan sawah dengan lebih ringan sesuai dengan standart kondisi yang dihadapi,” pungkasnya.
Pewarta : Purwoko

