Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Tengah Riena Retnaningrum, saat membuka Rapat Koordinasi FK Metra dan KIM
MAGELANG – Kilasfakta.com, Menjelang tahun politik 2024, Forum Komunikasi Media Tradisional (FK Metra) dan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) se-Jawa Tengah, diminta berperan aktif menyampaikan informasi dengan baik, guna menjaga iklim kondusif di wilayahnya. Terlebih dengan maraknya informasi yang beredar, yang berpotensi semakin tingginya hoaks.
Hal itu ditekankan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Tengah Riena Retnaningrum, saat membuka Rapat Koordinasi FK Metra dan KIM, di Hotel Atria Magelang, Selasa (24/1/2023). Menurutnya, badan penyelenggara Pemilu membutuhkan dukungan semua pihak, termasuk FK Metra dan KIM, dalam menyampaikan informasi.
Untuk itu, dia berharap lembaga tersebut dapat membantu pemerintah untuk menyebarkan berita yang benar, tepat, dan akurat. Jangan malah ikut menyebarkan berita hoaks.
“Bagaimana berkomunikasi publik di tahun politik, terutama menjelang Pemilu dan Pemilukada serentak yang berpotensi hoaks tinggi. Bagaimana membesutnya agar masyarakat tidak terjerumus dalam informasi yang tidak benar,” beber Riena.
Diakui, meski saat ini sudah memasuki era digital yang berbasis teknologi  canggih, tetapi sisi human being dan human interest yang ditampilkan dalam seni pertunjukan rakyat, memiliki kekuatan tersendiri dan  mampu menggerakkan hati, pikiran, dan minat pemirsanya untuk memahami pesan yang disampaikan.
“Saya sering melihat penampilan FK Metra di daerah. Bagus-bagus, dandannya ayu-ayu, surprise. Mereka punya bakat luar biasa. Ke depan, saya berharap rekan-rekan Kominfo kabupaten/ kota, dapat berkolaborasi, mengoptimalkan peran FK Metra dan KIM sebagai penyampai informasi kepada masyarakat. Semakin banyak kanal informasi, semakin bagus, sehingga pesan-pesan sosial dan pembangunan bisa tersampaikan kepada masyarakat dengan tepat,” jelasnya.
Hal senada juga disampaikan anggota Komisi A DPRD Provinsi Jawa Tengah Stephanus Sukirno. Dia yang ikut membidani FK Metra Jateng menyampaikan, hingga kini kesenian tradisional masih disukai masyarakat. Sebab, pertunjukan kesenian tradisional melibatkan sesama manusia. Sepanjang masih manusia, orang akan menyukainya.
“Contohnya, kemarin ada Piala Dunia. Semua sudah punya TV di rumah, tapi kalau diundang nobar (nonton bareng), pada berangkat. Sebab, saat nobar mereka bertemu banyak manusia. Manusia tidak ada tandingannya kesenangannya ketika bertemu sesama manusia. Dan media tradisional memberi kesempatan kita bertemu sesama manusia,” ungkapnya.
Sukirno menambahkan, Kepala Diskominfo diharapkan dapat menjalin kerja sama dalam mendiseminasikan program-program pemerintah, melalui FK Metra. Di mana FK Metra bisa menyusun naskah, bekerja sama dengan dinas/ badan, untuk kemudian ditampilkan oleh kesenian-kesenian yang ada.
“Di Provinsi Jateng, kami ada kebijakan, dari tiga kegiatan sosialisasi Perda, satu di antaranya harus diselipkan sosialisasi menggunakan media tradisional. Sehingga FK Metra sebenanrnya bisa bekerja sama dengan anggota legislatif di sekitarnya,” terangnya.
Kendati begitu, Sukirno menekankan agar FK Metra tidak memaksakan menggunakan kesenian yang tidak populer. Yang perlu diperhatikan, justru bagaimana memanfaatkan kesenian yang populer di wilayah itu, menarik minat masyarakat, agar informasi bisa tersampaikan kepada banyak orang.
“FK Metra tidak punya tugas untuk nguri-uri budaya. Itu tugasnya Dinas Kebudayaan. FK Metra justru harus memanfaatkan kesenian populer yang ada,” tandasnya.
Sementara, Ketua FK Metra Jateng Daniel Hakiki mendorong FK Metra kabupaten/ kota untuk memanfaatkan kanal media sosial, khususnya Youtube, dalam menyampaikan informasi, sekaligus menjadi identitas lembaganya. Terlebih, saat ini era digital, dengan kemajuan teknologi informasi yang pesat.
“Perkembangan teknologi informasi ini harus dimanfaatkan semaksimal mungkin. Saya juga jadi tahu, ketoprak ternyata tidak hanya ada dan diminati di Jawa Tengah, tapi semua daerah di Indonesia. Makanya, saya mendorong semua punya chanel FK Metra dan mengaktifkannya dengan konten-konten positif,” kata Daniel. (Ul)

Terima kasih atas tanggapannya

%d blogger menyukai ini: