PEKALONGAN-Kilasfakta.com, Buntut kasus pengancaman bak Koboi jalanan yang terjadi di SMA Negeri 1 Pekalongan beberapa bulan yang lalu berlanjut ke Kantor Polisi. Senin (19/5/2023) Nur Wandi Kanit 1 Reskrim Polres Pekalongan kota melakukan pemanggilan atau mempertemukan kedua belah pihak untuk klarifikasi dan mediasi antara pihak pelaku pengancaman dengan pihak korban, di ruang Kasatreskrim bersama awak media di Polres Pekalongan kota berlangsung alot.

 

Namun dari pihak kepolisian berharap kepada pelaku untuk segera meminta maaf kepada korban dengan alasan dan pertimbangan lain yang lebih luas, karena pelaku sempat menyinggung tentang Organisasi masa atau LSM yang berada di kota Pekalongan.

Akhirnya pelaku pengancaman atas nama Edi Setyanto (Pepen) meminta maaf kepada korban atas nama Abdurrahman (Maman) dan beberapa Organisasi massa yang ada di kota Pekalongan, serta berjanji tidak akan mengulangi perbuatan tersebut kepada siapapun.

 

Edy Pepen pelaku pengancaman menyatakan bahwa,” Bismillahirrohmanirrohim, Saya Edi Setyono yang berdomisili di Desa Subah RT 3. RW 6 Kec. Subah Kabupaten Batang. Yang pertama saya mohon permintaan maaf dari lubuk hati yang paling dalam kepada Maman dan semua Ormas atau LSM yang ada di kota Pekalongan, Terkait pernyataan saya yang menjadikan suasana tidak kondusif, yang mana pernyataan saya kepada mas Maman pada waktu itu benar-benar dalam keadaan emosi, dan sekali lagi saya mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada semua yang hadir pada sore hari ini, dan pada kesempatan ini saya sangat berterima kasih atas permintaan maaf ini, kepada seluruh Ormas yang berada di kota Pekalongan terkait pernyataan saya, yang mengganggu ketenangan dan ketenteraman Ormas atau LSM di kota Pekalongan.

 

Semoga permintaan maaf saya ini bisa di terima oleh Mas Maman yang merasa terganggu dan seluruh Ormas atau LSM di kota Pekalongan, Mudah-mudahan semuanya bisa kembali normal, tetap berjalan aman, tenteram serta damai seperti sedia kala. Mudah-mudahan ke depan saya bisa menjaga lisan agar tidak sampai menyinggung perasaan orang lain,” Ungkapnya.

 

AKP Sumaryono S.H M.H Kasatreskrim Polres Pekalongan kota berharap kepada semua yang hadir bahwa,” Kita semua harus bisa menjadi orang yang baik, untuk selalu berbuat yang terbaik, walaupun diri kita belum bisa melakukan yang terbaik, belajarlah untuk menjadi yang baik, Carilah teman sebanyak-banyaknya untuk mempererat tali silaturahmi dan rasa persaudaraan. Jadi apabila nanti Saudara Edi meminta maaf, mohon di maafkan, agar bisa menjadi teman dan saling mengenal,” Tuturnya.

 

Saeri selaku orang tua korban yang juga Ketua Kopassab menyampaikan,” Alhamdulillah, pada sore hari ini, semua ijin dari Allah, Tuhan saja maha pemaaf, kenapa kita tidak, ketika orang itu melemah, kita tidak boleh keras ya, karena disini saya merasa di tuakan, pesan saya kepada teman-teman, untuk selalu berbuat yang terbaik, tolong menolong, saling membantu kepada siapapun, ketika saudara atau teman kita mengalami kesulitan, masalah, kita harus bisa memberi jalan keluar atau solusi.

 

Kebetulan sore ini Mas Edi sudah meminta maaf kepada teman-teman kita semua, sudah tidak jadi koboi lagi, jadi apapun yang terjadi, secara jentel, berani berbuat harus berani bertanggung jawab. Maaf, seorang Tentara atau Polisi yang pegang senjata saja belum tentu menyatakan seperti itu, maka sore ini Mas Edi benar-benar clear dan tidak akan mengulangi perbuatannya kepada siapapun, tak perlu sok jago, tak perlu sok paling hebat ya, Saya berharap Mas Edi bisa menyadari perbuatan dan kesalahannya untuk menjadi yang baik, serta untuk bisa mendidik anak dengan baik pula.

 

Saya atas nama Organisasi Kopassab sangat berterima kasih kepada teman-teman dari Lindu Aji, GMBI, 234 SC, Pokdarwis dan Pemuda Pancasila, yang mengawal dan mendampingi saya, karena rasa penasaran, dan sekarang sudah terbayarkan, selebihnya terima kasih mohon maaf yang sebesar-besarnya,” Pungkasnya

 

Akhirnya, beberapa perwakilan dari Ormas atau LSM juga bersedia menerima permintaan maaf dari Edi Pepen dan dengan catatan tidak akan pernah mengulangi perbuatan atau kesalahan seperti itu lagi. (Idris)

Tinggalkan Balasan

Exit mobile version