Ir. HM. Nur SukarnoIr. HM. Nur Sukarno

PATI – Kilasfakta.com, Sektor pertanian kurang menjanjikan dalam artian margin keuntungannya sangat tipis. Oleh karena itu, generasi melinial saat ini jarang yang melirik sektor tersebut.

“Seiring perkembangan jaman, generasi melinial saat ini jarang yang melirik sektor pertanian. dikarenakan sektor pertanian kurang menjanjikan dalam artian margin keuntungannya sangat tipis (apalagi tenaga sendiri kalau dihitung ya malah merugi),” kata Anggota Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, M Nur Sukarno.

Sebelumnya, Kementerian Pertanian (Kementan) juga pernah menyampaikan ada sejumlah tantangan serius untuk mewujudkan kedaulatan dan ketahanan pangan secara berkelanjutan di Indonesia. Selain meningkatnya jumlah penduduk, perubahan iklim serta isu geopolitik, juga minimnya regenerasi petani.

Maklum, sejauh ini jumlah petani di Indonesia masih didominasi oleh orang tua yang usianya di atas 45 tahun dengan menjalankan usaha tani secara konvensional dan sangat dipengaruhi situasi iklim. Repotnya, generasi muda Indonesia belum benar-benar tertarik untuk menggeluti sektor pertanian yang menjadi tulang punggung ketersediaan produk pangan pokok.

Berdasarkan catatan dari Badan PPSDMP, Petani di Indonesia mencapai kurang lebih 33 juta orang. 70 persen di antaranya berusia lebih dari 45 tahun atau disebut petani kolonial. Sementara hanya 29 persen petani yang umurnya masih muda alias milenial. Minat generasi muda di bidang pertanian cenderung mengalami penurunan dan lebih banyak yang memilih bekerja di kota seperti sektor industri, jasa, dan lainnya.

Maka dari itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan), Dedi Nursyamsi menargetkan adanya penambahan satu juta petani muda untuk memakmurkan Indonesia ke depan.Target ini, merupakan target utama yang sejalan dengan road map program pembangunan sumber daya manusia di sektor pertanian (SDM).

“Kami di Kementan berharap setiap tahunnya ada 1 juta generasi muda yang bergerak di sektor pertanian. Jika ini terlaksana, maka kami yakin, Indonesia ke depan akan makmur,” ujar Dedi. (Wk/Kf)

Tinggalkan Balasan

Exit mobile version