Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi ChandraPelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra

PATI – Kilasfakta.com, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra menegaskan, menjaga kesehatan mental seorang ibu merupakan tanggung jawab kolektif keluarga dan masyarakat, terutama sosok ayah.

Hal itu disampaikannya dalam Pengarahan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat pada Hari Kesatuan Gerak PKK Ke-54, di Pendapa Kabupaten Pati. Menurutnya, kesehatan mental ibu merupakan fondasi lahirnya keluarga yang harmonis, sehat, dan sejahtera. Karena itu, dia mengajak seluruh keluarga membangun lingkungan yang saling mendukung, agar para ibu mampu menjalankan perannya secara optimal.

“Menjaga kesehatan mental adalah tanggung jawab bersama. Ayah harus hadir memberikan dukungan kepada istri, agar tercipta keluarga yang harmonis, sehat, dan sejahtera,” ujar Chandra.

Dia juga mengingatkan pentingnya membangun komunikasi yang baik di dalam keluarga, serta membiasakan aktivitas positif. Penggunaan teknologi dan media sosial juga harus dilakukan secara bijak, agar informasi yang diterima maupun dibagikan tidak menimbulkan kesalahpahaman.

“Orang tua harus menjadi sahabat bagi anak-anaknya. Dampingi tumbuh kembang mereka dan bijaklah dalam menyaring informasi dari media sosial,” katanya.

Senada, Plt Ketua TP PKK Kabupaten Pati, Dwi Risma Ardhi Chandra menyampaikan, penguatan kesehatan mental ibu merupakan bagian penting dalam membangun keluarga yang berkualitas. Melalui kegiatan ini, pihaknya ingin meningkatkan pengetahuan sekaligus memperkuat peran Perempuan, sebagai penggerak kesehatan keluarga dan masyarakat.

“Semoga ilmu yang diperoleh hari ini dapat diterapkan di lingkungan keluarga masing-masing, sehingga mampu melahirkan keluarga yang sehat, kuat, dan saling mendukung,” ujar Dwi.

Psikolog Klinis RSUD RAA Soewondo Pati, Siti Fathurrohmah menjelaskan, ibu kerap menghadapi beban ganda sebagai pengasuh, pengelola rumah tangga, pekerja, sekaligus pelaku kegiatan sosial, sehingga berisiko mengalami burnout (stres berat di pekerjaan), serta kelelahan emosional apabila tidak dikelola dengan baik.

“Jangan memendam masalah atau melampiaskannya di media sosial. Kenali tanda-tanda kelelahan mental, lakukan selfcare, dan jangan ragu mencari bantuan profesional atau bercerita kepada orang yang tepat. Dukungan suami dan keluarga menjadi kunci terjaganya kesehatan mental ibu,” jelasnya.

(Hms.Jtg)

Exit mobile version