Maridin, S.Pd.SD. Guru Kelas III SD Negeri Sitimulyo 02 Kecamatan Pucakwangi Kabupaten Pati
Maridin, S.Pd.SD. Guru Kelas III SD Negeri Sitimulyo 02 Kecamatan Pucakwangi Kabupaten Pati

PATI – Kilasfakta.com, Pembelajaran di sekolah dasar bertujuan untuk membangun dasar pengetahuan yang akan menjadi fondasi bagi pembelajaran di tingkat selanjutnya. Dengan pendekatan yang tepat dan dukungan dari guru dan orang tua, siswa dapat mencapai perkembangan yang optimal dalam proses pembelajaran.

Selain dasar pengetahuan, penting juga untuk mengembangkan keterampilan sosial, seperti kerjasama, komunikasi, dan sikap yang baik terhadap teman dan lingkungan sekitar. Guru juga dapat menggunakan metode pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan, seperti permainan, diskusi kelompok, dan eksperimen, untuk memfasilitasi pemahaman siswa

Pembelajaran menggunakan model tebak kata merupakan metode yang digunakan oleh penulis, seorang guru kelas III di SD Negeri Sitimulyo 02, Kecamatan Pucakwangi, Kabupaten Pati. Tujuan dari model ini adalah agar peserta didik dapat lebih memperhatikan dan aktif dalam proses pembelajaran, terutama dalam muatan pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Ilmu Pengetahuan Sosial yang memiliki banyak aspek pengetahuan.

Model pembelajaran tebak kata termasuk dalam kategori pembelajaran kooperatif, di mana peserta didik menggunakan kartu teka-teki yang harus dipasangkan dengan kartu jawaban yang tepat. Aturan permainan ini cukup sederhana, yaitu dengan cara mencocokkan kartu soal dengan kartu jawaban yang sesuai. Melalui permainan tebak kata ini, selain membuat peserta didik tertarik untuk belajar, juga membantu mereka dalam mengingat konsep pembelajaran. Peserta didik juga diarahkan untuk menjadi lebih aktif dengan kemampuan bertanya dan mengemukakan ide/gagasan.

Menurut Aqib dalam Ashari  (2014), model pembelajaran tebak kata adalah metode yang penyampaian materi pelajaran melalui kata-kata singkat dalam bentuk permainan, sehingga peserta didik dapat menerima pesan pembelajaran melalui kartu.

Adapun sintaks model pembelajaran tebak kata adalah sebagai berikut. Pertama, guru harus menjelaskan kompetensi atau tujuan yang ingin dicapai. Kedua, guru meminta peserta didik untuk berpasangan berdiri di depan kelas, dengan laki-laki berpasangan dengan laki-laki dan perempuan dengan perempuan. Ketiga, satu peserta didik diberikan kartu berukuran 10 x 10 cm yang berisi kata-kata yang akan dibacakan kepada pasangannya. Peserta didik lainnya diberikan kartu berukuran 5 x 2 cm yang dilipat dan ditempelkan di dahi atau diselipkan di telinga mereka tanpa boleh membacanya. Keempat, peserta didik dengan kartu berukuran 10 x 10 cm membacakan kata-kata yang tertulis di dalamnya, sementara pasangannya menebak apa yang dimaksud dalam kartu tersebut. Jawaban dianggap tepat jika sesuai dengan isi kartu yang ditempelkan di dahi atau telinga. Kelima, jika jawaban tepat, pasangan tersebut boleh duduk. Jika jawaban belum tepat dalam waktu yang ditentukan, mereka dapat memberikan petunjuk dengan menggunakan kata-kata lain, tetapi tidak memberikan jawaban langsung. Langkah ini dilanjutkan sampai semua peserta didik mendapat giliran.

Dengan menggunakan model tebak kata dalam pembelajaran di  kelas III SD Negeri Sitimulyo 02, Kecamatan Pucakwangi, peserta didik menjadi lebih aktif dalam mengikuti pembelajaran. Mereka juga menjadi sangat tertarik dan bersemangat belajar, yang terlihat dari suasana kelas yang hidup. Hal ini memudahkan dalam menanamkan konsep-konsep pelajaran kepada peserta didik.

Tinggalkan Balasan

Exit mobile version