Khumaidi, warga Desa Trimulyo

DEMAK – kilasfakta.com, Bantuan pemerintah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi masyarakat desa Trimulyo Kecamatan Guntur, di duga jadi ajang korupsi oleh oknum pejabat desa setempat. Dana RTLH sebelum di terima masyarakat, di duga terlebih dahulu di sunat oleh Aftoni, yang merupakan perangkat desa Trimulyo.

Pemerintah Provinsi Jawa tengah pada tahun 2021 telah menyalurkan program bedah rumah atau RTLH bagi masyarakat desa Trimulyo Kecamatan Guntur, hasil penelusuran di desa setempat, masyarakat penerima bantuan mengaku, bahwa pihak nya hanya di beri barang material. Namun nilai nya tidak sesuai dengan ketentuan,

Dugaan korupsi oleh oknum pemerintah desa tampaknya bukan isapan jempol. Setidaknya, itu terungkap dari pengakuan warga penerima bantuan,

Salah satunya Sarifah, warga Dukuh Solowere, RT 05 / 04 Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur Kabupaten Demak. Ia mengaku menerima bantuan RTLH. Menurut sosialisasi di Balai Desa bahwa yang belanja adalah penerima RTLH, tapi kenyataan yang belanja adalah oknum perangkat desa.

“Saya hanya menerima sejumlah material itu toh tidak sesuai dengan yang di utarakan dalam rapat di balai desa,” ujar Sarifah.

“Contohnya dalam pembelian material padas, menurut rapat jumlahnya tujuh Dam Truk, tapi yang datang cuma empat Dam Truk, kemudian saya di datangi Aftoni dan disuruh ngaku enam Dam Truk kalau di tanya petugas,” terangnya.

“Tapi saya juga berterima kasih atas bantuan itu, karena bisa membantu kami orang miskin, dahulu kalau sehabis banjir pasti rumah dan halaman becek tapi dengan adanya bantuan itu sekarang sudah tidak becek lagi,” pungkasnya.

Dari penelusuran tersebut, masyarakat penerima bantuan hampir semua nya diminta untuk tidak menceritakan adanya pemotongan itu kepada orang lain. Selain Sarifah, muncul juga pengakuan dari Kumaidi, warga dengan alamat yang sama, dalam pengakuanya menceritakan pengalamannya soal bantuan ini. Setahu dia, bantuan RTLH dari Provinsi Jawa Tengah sebesar Rp.15.000.000, akan tetapi yang direalisasikan berupa material tidak sebanding dengan nominal bantuan tersebut.

“Bantuannya sebesar 15 juta, tapi nyatanya bantuan itu yang berupa Material tidak sepadan dengan nominal 15 juta,” terang Kumaidi.

Melihat hal itu, Kumaidi mengaku kecewa namun tak bisa berbuat banyak. “Sebetulnya kami tetap berat dan bertanya tanya dalam hati, kok potonganya banyak banget. Tapi karena saya kan nggak paham ya, saya nurut aja, pokoknya intinya saya percaya ajalah, Tapi mau gimana lagi kami hanya masyarakat kecil dan dari pada nggak dapat bantuan mending saya terima saja,” katanya pasrah.

Suwandi selaku Kepala Desa Trimulyo beliau menjelaskan tidak tahu menahu terkait adanya penyimpangan di lapangan, beliau akan memberikan kesempatan kepada awak media untuk bertemu dengan pihak Aparatur Desa yang mengawal proses bantuan Bedah Rumah tersebut, selanjutnya akan di jadwalkan untuk bertemu di Balai Desa Trimulyo untuk bisa klarifikasi dengan pihak yang terkait. ( Mat )

Terima kasih atas tanggapannya

%d blogger menyukai ini: