Sutrisno, Anggota Komisi D DPRD Kabupaten PatiSutrisno, Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Pati

PATI – Kilasfakta.com, Rencana kegiatan outing class siswa SMP Negeri 1 Tayu yang sempat menuai polemik akhirnya resmi dibatalkan. Kegiatan yang sebelumnya direncanakan ke Pulau Bali itu menjadi sorotan karena biaya yang dinilai terlalu tinggi, yakni mencapai Rp1,8 juta per siswa.

Keputusan pembatalan ini muncul setelah adanya keluhan dari wali murid yang merasa keberatan dengan besaran biaya serta waktu pembayaran yang terbilang singkat. Awalnya, kegiatan tersebut dijadwalkan pada bulan Juni, namun kemudian dimajukan ke April.

Polemik ini turut mendapat perhatian dari Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Pati, Sutrisno. Ia menegaskan bahwa pihak sekolah seharusnya tidak menjadikan organisasi siswa sebagai alasan dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.

“Ini jadi catatan, sebagai kepala sekolah jangan menjadikan OSIS ini sebagai alasan,” ujar Sutrisno.

Ia berharap ke depan tidak ada lagi polemik serupa yang membebani orang tua siswa. Menurutnya, kegiatan outing class tetap bisa dilaksanakan, namun sebaiknya dilakukan di dalam daerah agar lebih terjangkau.

“Kegiatan seperti ini sebaiknya dilakukan di Pati saja agar tidak memberatkan wali murid,” tambahnya.

Sutrisno juga menyinggung kebijakan Plt Bupati Pati yang mendorong kegiatan pendidikan berbasis wisata lokal. Kebijakan tersebut bertujuan untuk memperkenalkan potensi daerah sekaligus mendukung pertumbuhan UMKM.

“Ini sesuai arahan Plt Bupati, untuk mengenalkan wisata di Pati dan mendukung UMKM,” jelasnya.

Sebelumnya, DPRD Kabupaten Pati melalui Komisi D telah memanggil pihak sekolah dan Dinas Pendidikan untuk meminta klarifikasi terkait rencana kegiatan tersebut. (Adv)

Exit mobile version