Penulis : Eskadar, S.E.

(Guru Mapel IPS SMP Negeri 6 Petarukan)

Kewibawaan adalah hal mutlak yang harus dimiliki oleh seorang pendidik, bahkan dalam Neuro Linguistik Programming ada yang namanya Anchor di mana seseorang mempatenkan karakter dirinya di hadapan orang lain (ciri khas). Dengan sikap berwibawa biasanya seseorang akan terlihat lebih dewasa dan penting. Namun, kebanyakan orang keliru dengan menganggap kewibawaan hanya berpredikat kepada atasan, padahal di mana kita bekerja atau memegang amanah, di situlah kita bisa belajar untuk terlihat penting:



Berikut 13 Tips Meningkatkan Kewibawaan yang harus diketahui, yaitu :

1. Berpakaian Rapih & Profesional

Seorang yang lekat dengan pakaian yang rapih, sopan, bisa memunculkan aura kewibawaan pada dirinya. Perlu Anda ingat, biasaanya dalam benak kita sudah lekat dengan istilah “Jangan menilai seseorang hanya dari penampilan luar saja,” dalam dunia profesionalisme dan lingkup kerja, istilah ini tidak berlaku sama sekali. Sejatinya, penampilan memang belum tentu mencerminkan isi hati atau kepribadian, namun di dalam mendidik, Anda merupakan figur, peserta didik Anda akan respect kepada Anda jika penampilan Anda menjelaskannya. Ada kesan yang baik saat seseorang melihat penampilan orang lain di tempat kerja.

2. Kepala adalah asset

Setiap peserta didik atau orang tua biasanya akan memperhatikan kita mulai dari kepala. oleh karena itu, dengan memperhatikan rambut atau jilbab (bagi perempuan yang berjilbab), seorang akan terlihat lebih rapih dan berwibawa. Rambut dan jilbab yang tertata rapi akan selalu membuat Anda terlihat lebih segar dan berpengaruh di mata peserta didik Anda.

3. Tidak Bicara Sembarangan

Jika ingin terlihat berwibawa di mata peserta didik, maka Anda harus menguasai ilmu kewibawaan salah satunya adalah “public speaking”. Seorang pemimpin biasanya akan berbicara dengan cara efektif, tepat sasaran, dan tidak bertele-tele. Perlu diketahui, terlalu banyak bicara, bebelit-belit, susah dicerna, penggunaan bahasa daerah yang tidak pada tempatnya, penggunaan kata yang kasar apalagi kotor, serta latah adalah penyakit dalam berkomunikasi yang harus Anda hindari.

4. Bersikap tegas

Ketegasan bukan berarti menunjukkan amarah atau kekerasan yang mencerminkan tindakan kriminalitas melainkan arti tegas disini berarti menunjukkan sikap diplomatis, santun, dan mampu membuat keputusan dengan segera. Di dalam menangani peserta didik, kecerdasan dalam mengambil sikap amat sangat diperlukan demi kelancaran komunikasi.



5. Rapikan Ruang Kerja Anda

Kebiasaan yang banyak dilupakan oleh kebanyakan guru adalah kurang memperhatikan kerapian di lingkungan kerja mereka. Seberapa sibuk pekerjaan Anda, seberapa lama durasi Anda bekerja, jaga selalu barang-barang Anda agar senantiasa rapi. Meja dan ruang kerja yang berantakan mencerminkan kepribadian pemalas, santai, dan tidak profesional. Hal itulah yang membuat Anda tampak tidak berwibawa di mata peserta didik.

6. Suka Berbagi Ilmu dan Menawarkan Bantuan

Seorang pendidik harus gaul, gaul berarti up to date dengan keadaan saat ini. Sampaikanlah cerita kekinian yang berhubungan dengan materi pembelajaran. Sampaikan dengan bahasa yang lugas dan sopan agar peserta didik merasa tertarik untuk mendengarkan.



7. Mencatat Hal Penting

Mencatat semua hal penting misalnya rencana pembelajaran, hasil observasi harian, dan lain sebagainya merupakan salah satu cara meningkatkan kewibawaan, mengapa? Karena akan sangat membantu Anda untuk mengingat jika ada kejadian-kejadian yang tak terduga sehingga meminimalisir kata ”tidak tahu” di depan peserta didik.

8. Percayalah kepada Kemampuan Orang Lain

Setiap individu memiliki keunikan dan potensinya masing-masing, begitu pula peserta didik kita. Berilah kepercayaan saat Anda memberikan sebuah tugas, sesuaikan reinforcement (reward) kepada mereka jika telah menyelesaikan tugas atau ketika berbuat baik, siapapun itu, baik siswa yang pintar maupun siswa bermasalah. Toh, tidak selamanya anak bermasalah kan? Tidak usah muluk-muluk, dengan tepuk tangan atau pujian, terlebih dengan angka (nilai), itu membuat kita dipandang adil oleh mereka.



9. Hindari Menjadi Objek Ejekan

Cara meningkatkan kewibawaan yang satu ini memang sulit dipungkiri, dalam satu lingkungan, biasanya ada objek yang dijadikan bahan ejekan dan candaan. Perlu diingat, seorang objek ejekan tentulah seseorang yang dinilai peserta didik punya banyak kelemahan, kurang berwibawa, dan tidak disegani. Hindari menjadi objek candaan dengan melakukan 8 poin di atas.

Yang menjadi catatan disini adalah “Jangan bergurau melebihi batas kewajaran, namun gurauan tetap diperlukan.” Bergurau akan menciptakan suasana santai dan tetap menjaga wibawa Anda jika Anda tidak tertawa terbahak-bahak atau membuat atraksi lelucon yang konyol di hadapan peserta didik.

10. Perlakukan atasan seperti sahabat

Dalam lingkup profesional, biasanya Anda memiliki pimpinan. Jangan pernah sungkan-sungkan untuk berkomunikasi dengan atasan Anda. Baginya Anda adalah orang penting yang sesuai untuk berbincang-bincang dengannya. Bertanyalah kepadanya jika ada pertanyaan tentang peserta didik, diskusikanlah sebuah kejadian, atau berikanlah saran atau masukan, dengan itu Anda tidak akan miskomunikasi dengan atasan di depan peserta didik.



11. Hindari Mengungkapkan Masalah Pribadi

Sebagai seorang pendidik kita harus mengomunikasikan perasaan kita kepada peserta didik, namun tidak dengan masalah peribadi. Mengeluh atau mnceritakan urusan peribadi dapat menebarkan energi negatif kepada peserta didik Anda. Anda lebih baik meritakan hal tersebut secara personal dengan seorang teman atau pimpinan dengan persetujuannya.

12. Suka Hidup Bermasyarakat

Berbaur sambil membicarakan hal-hal baru yang ringan dan berbobot sesuai dengan suasana akan memberi kesan bahwa Anda bersahabat dengan mereka. Secara tidak langsung orang lain akan merasa nyaman dan menganggap Anda merupakan bagian dari mereka.

13. Mampu menjadi teladan bagi orang lain

Rosulullah SAW diutus Allah SWT di dunia ini untuk menyempurnakan ahlak dan menjadi suri teladan yang baik bagi manusia (Q.S. Al-Ahzab). Contoh yang baik dapat memengaruhi kepribadian peserta didik. Hal tersebut akan menunjukkan bahwa Anda menjadi panutan atau orang yang berpengaruh bagi mereka. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *