PATI – Kilasfakta.com, Pemerintah pusat mulai merealisasikan proyek perbaikan Jalan Pantura Pati-Rembang dengan mengalokasikan anggaran sebesar Rp34,8 miliar. Proyek tersebut ditujukan untuk meningkatkan kualitas konstruksi jalan agar lebih kuat dan mengurangi kerusakan yang selama ini dipicu genangan air.
Aktivitas pekerjaan kini sudah terlihat di ruas Pantura Desa Widorokandang, Kecamatan Pati. Sejumlah alat berat dikerahkan untuk melakukan pengerukan serta pengecoran badan jalan pada sisi utara jalur nasional tersebut.
Akibat adanya pekerjaan konstruksi, arus kendaraan dari arah Pati maupun Rembang harus melintas secara bergantian di beberapa titik karena sebagian badan jalan belum dapat digunakan. Pengguna jalan pun diminta meningkatkan kewaspadaan dan menyesuaikan waktu perjalanan untuk menghindari kepadatan lalu lintas.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.2 Jawa Tengah, Christianto Budi Raharjo, menjelaskan bahwa pekerjaan mencakup penanganan jalan sepanjang 3,24 kilometer, mulai KM 79+700 hingga KM 83+000 pada kedua sisi jalan.
“Penanganan ruas ini merupakan bagian dari paket pekerjaan yang didanai melalui SBSN dengan masa kontrak selama 540 hari kalender,” jelas Christianto.
Ia menambahkan, pekerjaan fisik pada ruas Pantura Pati-Rembang dimulai sejak 20 Juli 2026 dan ditargetkan rampung pada 20 Desember 2026 dengan durasi sekitar 154 hari kalender.
Menurutnya, dana sebesar Rp34,8 miliar digunakan untuk memperkuat struktur jalan menggunakan kombinasi lapisan Laston AC-BC dan beton FS-45. Selain itu, elevasi badan jalan juga akan ditingkatkan agar lebih tahan terhadap beban kendaraan berat sekaligus meminimalkan genangan air.
“Fokus pekerjaan adalah meningkatkan elevasi dan kualitas struktur jalan pada segmen yang ditangani. Untuk pekerjaan ini tidak direncanakan pelebaran jalan,” tegasnya.
Pemerintah berharap setelah proyek selesai, ruas Pantura Pati-Rembang menjadi lebih aman, nyaman dilalui pengguna jalan, serta memiliki usia layanan yang lebih panjang.
(RED)
