PATI – Kilasfakta.com, Sejumlah pekerjaan infrastruktur yang masuk dalam anggaran Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati tahun 2026 masih berada dalam tahapan lelang. Nilai pekerjaan yang belum masuk tahap kontrak tersebut mencapai sekitar Rp26 miliar.
Perkembangan itu menjadi salah satu pembahasan dalam rapat koordinasi Komisi C DPRD Kabupaten Pati bersama DPUTR pada Rabu (26/8/2026). Rakor dilakukan sebagai bagian dari pengawasan legislatif terhadap pelaksanaan program pembangunan infrastruktur daerah.
Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Pati, Joni Kurnianto, mengatakan pihaknya ingin mengetahui sejauh mana program yang telah direncanakan pemerintah daerah berjalan hingga saat ini.
“Kami rakor dengan DPUTR membahas pelaksanaan di 2026 sampai sejauh mana sudah dilaksanakan,” ujar Joni, Rabu (26/8/2026).
Dalam pembahasan tersebut, DPRD Kabupaten Pati mendapatkan informasi bahwa sebagian pekerjaan infrastruktur telah memasuki tahap kontrak. Nilainya disebut mencapai sekitar Rp102 miliar. Sementara itu, pekerjaan dengan nilai kurang lebih Rp26 miliar masih menjalani proses lelang.
Joni berharap perkembangan pekerjaan yang masih berada dalam tahapan tersebut sudah mulai terlihat secara lebih jelas menjelang akhir Agustus. Hal itu diperlukan agar pelaksanaan program tetap berada dalam jalur perencanaan yang telah ditetapkan.
“Yang sudah kontrak Rp102 miliar sekian dan yang masih lelang Rp26 miliar, diperkirakan akhir Agustus sudah terlihat sesuai dengan perencanaan,” ungkapnya.
Komisi C menilai koordinasi dengan DPUTR menjadi bagian penting dalam memastikan program pembangunan berjalan sesuai target. Pengawasan dilakukan agar penggunaan anggaran dapat berlangsung secara efektif dan pekerjaan yang direncanakan benar-benar memberikan manfaat kepada masyarakat.
DPRD Kabupaten Pati berharap proses pekerjaan yang masih berjalan dapat segera memasuki tahapan berikutnya sehingga keseluruhan program infrastruktur tahun anggaran 2026 dapat diselesaikan sesuai target. (ADV)

