PATI – Kilasfakta.com, Musim kemarau panjang tahun 2026 membuat sedikitnya 19 desa di Kabupaten Pati mengalami krisis air bersih, berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat. Menanggapi kondisi ini, Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Pati, Jaza Khoerul Sofyan, menilai langkah droping air bersih yang selama ini dilakukan sangat membantu warga terdampak.
“Droping air bersih memang sangat membantu masyarakat yang membutuhkan. Di beberapa desa terdampak sangat membutuhkan air bersih,” ujar pria yang akrab disapa Saprol tersebut, Jumat 4 September 2026.
Meski demikian, politisi Golkar asal Winong ini menegaskan bahwa distribusi air bersih hanya bersifat solusi sementara. Untuk desa-desa yang kekeringannya terjadi berulang setiap tahun dan tergolong parah, ia mendorong pemerintah daerah mempertimbangkan pembangunan sumur bor sebagai solusi yang lebih permanen.
“Termasuk di desa-desa yang paling terdampak bisa diusulkan untuk dibuatkan sumur bor,” katanya.
Saprol berharap usulan tersebut dapat direalisasikan secara bertahap sehingga persoalan air bersih tidak lagi menjadi masalah rutin tiap kali kemarau tiba. Ia menyebut, ada sejumlah wilayah di Pati yang kondisinya cukup memprihatinkan lantaran kesulitan air terjadi hampir setiap tahun.
Selain mendorong pembangunan sumur bor, Saprol juga meminta pemerintah daerah melakukan pemetaan menyeluruh terhadap desa-desa yang paling parah terdampak kekeringan. Menurutnya, pemetaan ini penting agar bantuan, baik berupa droping air maupun pembangunan infrastruktur sumber air, dapat disalurkan secara tepat sasaran dan tidak tumpang tindih. (ADV)

