SALATIGA — Kilasfakta.com, Rumah tangga sebagai salah satu sumber utama sampah organik justru memiliki peran penting dalam menyelesaikan persoalan sampah dari sumbernya. Karena itu, Pemerintah Kota Salatiga bersama Tim Penggerak PKK meluncurkan gerakan “Ratu Ngebor” atau Satu Rumah Satu Biopori di Lapangan Kembangarum, Dukuh, Jumat (4/9/2026).
Melalui gerakan tersebut, sampah organik dari rumah tangga didorong untuk tidak sekadar dibuang, tetapi diolah melalui lubang biopori sehingga dapat kembali memberi manfaat bagi lingkungan.
Ketua TP PKK Kota Salatiga, Retno Robby Hernawan mengatakan, persoalan sampah organik tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Rumah tangga sebagai salah satu sumber utama sampah organik memiliki peran penting untuk menjadi bagian dari solusi.
“Kontributor terbesar sampah organik ada dari rumah tangga. Karena itu, agen perubahan untuk semua ini adalah kita. Kalau dikelola dengan baik, sampah organik justru bisa kembali memberi manfaat bagi ekosistem, seperti menjadi pupuk kompos dan berbagai manfaat lainnya,” ujar Retno.
Untuk mendukung gerakan tersebut, Baznas menyerahkan bantuan Rp5 juta untuk percepatan pembuatan biopori di 250 titik.
Menurut Retno, Ratu Ngebor bukan semata-mata gerakan membuat sebanyak-banyaknya lubang biopori, melainkan upaya membangun kepedulian dan kebiasaan masyarakat dalam mengelola sampah dari rumah.
Wali Kota Salatiga Robby Hernawan menyambut baik gerakan tersebut. Ia berharap Ratu Ngebor tidak berhenti pada kegiatan peluncuran, tetapi terus dilakukan dan berkembang menjadi kebiasaan masyarakat.
“Ini gerakan yang baik dan harus berkelanjutan. Saya berharap DLH dapat terus mengawal, mulai dari sosialisasi, edukasi, hingga pendampingan kepada masyarakat, sehingga biopori benar-benar menjadi bagian dari kebiasaan kita dalam mengelola sampah,” kata Robby.
Kegiatan tersebut juga menghadirkan Mr. Yun, warga Korea yang dikenal memiliki kepedulian terhadap persoalan sampah di lingkungan sekitar. Robby menyoroti aksi Mr. Yun yang memunguti sisa sampah di lapangan dan memilahnya secara mandiri.
“Saya kagum dengan Mr. Yun yang begitu peduli terhadap lingkungan. Ia bahkan memunguti sampah yang ada di lapangan dan memilahnya sendiri. Alangkah bahagianya kalau seluruh warga Salatiga memiliki kepedulian yang sama dan saling mengingatkan untuk kebaikan,” ujar Robby.
Kepedulian Mr. Yun tersebut dituangkan dalam sebuah buku berjudul “Mr. Yun Tukang Sampah Lapangan Kembang Arum” yang kemudian diserahkan kepada Robby.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan Ketua TP PKK bersama rombongan ke sejumlah rumah warga untuk melihat praktik pengelolaan lingkungan, mulai dari Taman Baca Masyarakat “Teratai”, pengolahan sampah organik dengan berbagai metode, hingga peternakan yang memanfaatkan sampah organik sebagai bagian dari pakan ternak ikan.
(Hms.Jtg)

