PATI — Kilasfakta.com, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, memimpin langsung inspeksi mendadak (sidak) ke enam dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Pati, Selasa (15/9/2026). Hasilnya, ditemukan sejumlah pelanggaran prosedur kebersihan yang berpotensi membahayakan kesehatan anak-anak penerima manfaat program tersebut.
“Temuan-temuan yang kami dapatkan tadi di beberapa SPPG sangat urgen, khususnya mulai dari pemorsian dan pendinginan yang tidak ada sekat. Nah, itu berpotensi memicu masuknya virus ke makanan anak-anak kita,” tegas Chandra usai melakukan sidak.
Dari enam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang diperiksa, petugas menemukan wajan masak berkerak hitam tebal yang tidak higienis, area pemorsian dan pendinginan makanan yang menyatu tanpa sekat pemisah sehingga rawan kontaminasi silang, serta fasilitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang belum sesuai standar debit limbah cair.
Menanggapi temuan tersebut, Chandra langsung menginstruksikan seluruh alat masak yang tidak higienis segera diganti dan sistem penyaringan limbah diperbaiki mulai Rabu (16/9/2026). Untuk pembenahan sarana fisik secara menyeluruh, ia hanya memberikan tenggat waktu satu minggu, meski pihak SPPG sempat meminta waktu sebulan.
“Mereka minta waktu sebulan, saya tidak mau. Pokoknya seminggu harus dibenahi. Jika saat monitoring ulang temuan tersebut belum diperbaiki, kami sarankan untuk disuspend sementara,” ujarnya.
Ia juga menyoroti sejumlah SPPG berkapasitas besar hingga 3.000 porsi namun memiliki lahan terbatas, dan menyarankan pengurangan jumlah penerima manfaat. Pemkab Pati berencana melanjutkan penyisiran ke 172 titik SPPG se-Kabupaten Pati guna mencegah kasus keracunan MBG terulang. (RED)

