PATI – Kilasfakta.com, Dalam kurun waktu satu bulan MTs Ihyaul Umum Wedarijaksa, Kabupaten Pati mampu memboyong lebih dari 100 medali. Prestasi itu benar-benar terwujud pada bulan Februari tahun 2022 ini. Hal ini sebagai bukti, bahwa madrasah yang menjunjung tinggi ajaran Nahdhotul Ulama’ ini mengalami perkembangan pesat.

Prestasi yang ditorehkan oleh Madrasah yang berada di jalur Pati – Tayu pada awal tahun 2022 ini, adalah dalam kategori olimpiade sains dan mata pelajaran lainnya. Sekolah ini memiliki sebanyak 96 medali, dan mampu menambahkan 134 medali pada bulan Pebruari kemarin. Sehingga, MTs Ihyaul Ulum memiliki 230 medali.

Kepala MTs Ihyaul Ulum, Mashur, S.Pd., menjelaskan, prestasi yang berhasil diperoleh adalah medali emas, perak, dan perunggu, yang terdiri dari mata pelajaran; Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, IPA, Sejarah, Fisika, Matematika, Biologi, PPKn, PAI, Bahasa Arab, Al-Qur’an Hadis, Aqidah Akhlak, dan Fiqih.

Menurutnya, pencapaian prestasi siswa tidak lepas dari para guru dan kepala sekolah yang selalu memberi support untuk tidak lelah dalam menuntut ilmu dimana saja dan kapan saja, meskipun melalui mengikuti olimpiade secara online atau dalam jaringan (daring). “Anak-anak akan selalu mendapatkan arahan dan bimbingan dari para guru untuk semakin semangat belajar dan selalu mau berkompetisi. Sekolahan akan memberikan sarana prasarana sebagai penunjang belajar, seperti penambahan daya wifii dan materi pelajaran selepas pulang sekolah,” kata Mashur.

Sementara itu, Nur Sa’adah, S.Pd., sebagai guru Bahasa Inggris sekaligus sebagai salah satu guru pembimbing lomba, menerangkan tentang bagaimana anak mengikuti olimpiade. Nur Sa’adah menjelaskan, dalam mengikuti lomba ini, siswa mendaftar secara online dengan terlebih dahulu mengikuti (follow) IG Olimpiade Indonesia, dilanjutkan mengikuti langkah-langkah pendaftaran yang sudah ditentukan pihak penyelenggara.

“Saya persiapkan soal-soal yang saya rangkum sendiri dari berbagai sumber dengan mengacu pada kisi-kisi yang diberikan dari pihak penyelenggara, untuk dibahas di hari pemadatan materi,” terang Nur Sa’adah.

Pewarta: Purwoko/MB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *